Yes, Reinvent the Wheel

Don’t reinvent the wheel telah lama menjadi mantra manajemen.

Pada Agustus 1981, Bill Gates dengan perusahaannya, Microsoft, meluncurkan DOS (disk operating system). Membuat DOS adalah pekerjaan yang reinvent the wheel (walau Microsoft sebenarnya membeli lisensi QDOS dari perusahaan lain).

DOS versi 1.0 tak bias membuat folder, tak mampu tangani hardisk, dan tak bisa multiprosesing .sementara pada saat yang sama ,unix pada tahun 1981 sudah mampu tangani semua perkerjaan diatas.

Saya bayangkan pasti saat itu pasti ada orang-orang disekitar Bill Gates yang mengatakan bahwa membuat DOS itu keliru, reinvent the wheel. Bagaimanapun Microsoft sudah beberapa tahun sebelumnya sejak berdiri tahun 1975 membuat dan memasarkan XENIX, sebuah varian unix yang lebih baik dari DOS.

Bayangkan bila saat itu bill gates setuju pada nasihat yang terkesan “bijak” itu. Tidak akan jadi konglomerat sebesar Microsoft .

Tahun 1983 microsoft berencana untuk membuat operating system grafik. Baru pada tahun 1985 operating system grafik tersebut, windows 1.0 berhasil dibuat, dan gagal dipasar.Sementara itu tahun 1984 (setahun sebelum windows 1.0 diluncurkan), Apple di bawah pimpinan Steve Jobs dan Steven wozniak berhasil meluncurkan operating sytem grafis Macintosh dan sukses dipasar.

Setelah Unix berhasil dibuat pada sekitar tahun 1973 dan DOS berhasil dibuat pada tahun 1981, Steve Jobs dan Steve Wozniak reinvent the Wheel membuat operating system baru pada Mac pada tahun 1984.

Pada tahun 1985 IBM dan dan Microsoft berencana membuat operating sytem grafis bernama OS/2. OS/2 versi 1.0 berhasil diluncurkan pada tahun 1987. sementara windows 2.0 diluncurkan pada tahun 1988. Kedua operating system grafis ini bisa disebut produk “reinvent the wheel” karena Macintosh sudah ada dan sudah sukses dipasar.

Tahun 1990 kegigihan Microsoft berbuah manis. Windows 3.0 sukses besar, terjual jutaan kopi diseluruh dunia.

Ah, sebentar mari kita kembali ke tahun 1987. Saat itu, Tanenbaum menyelesaikan MINIX 1.0 operating system Mini Unix. Mmmm Bapak Tanenbaum ini reinvent the wheel juga. Unix kan sudah ada, bahkan lebih bagus daripada MINIX yang dibuatnya..

Nah, kembali ke tahun 1990. Pada saat itu, apa bayangan kita tentang cita-cita seorang mahasiswa ilmu computer? Pasti ingin membuat aplikasi windows. Saat itu, belum banyak programmer windows. Alumni dan mahasiswa ilmu computer hamper pasti punya advantage. Tapi, LINUS TORVALDS rupanya kurang tertarik, dia orang yang mau reinvent the wheel . Dia reinvent operating system, membuat LINUX.

Bila saya teman sekelas saat kuliah dulu, saya akan nasihatkan dia untuk tidak membuat operating system. Saya akan bilang “Untuk apa buat operasi baru?

Itu reinvent the wheel. Sudah ada UNIX, DOS, Macintosh, Novell Netware, OS/2, dan Windows. Menangnya kamu bisa buat yang lebih baik?

Syukurlah saya bukan teman sekelas LINUS. Kalaupun ad teman LINUS yang nasihati dia demikian, syukurlah dia tidak ikut. Dunia ini akan jauh berbeda bila LINUS mengamini “DON”T REINVENT THE WHEEL”. LINUS “reinvent MINIX” dengan membuat operating system yang sekarang kita kenal dengan nama LINUX.

Sejarah bisnis TI diwarnai dengan banyak usaha reinvent the wheel yang sangat berhasil, terutama secara bisnis. OS/2 discontinue, tetapi MINIX yang dianggap mati pun ternyata masih hidup (WWW.minix3.org). Kalau kita mengamini pinsip “Don,t reinvent the wheel” tidak ada Bill Gates, Steve Jobs, Tanenbaum, Richard Stallman, dan Linus Torvalds.

Artikel dikutip dari majalah PC Median09/2007 halaman 25,

Referensi  dari Bernaridho I.H seorang Business Intelligence Expert.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s